gallery/idul fitri

+6285230000053

Aku sekumpulan salah dan khilaf

Badan dan jiwa terbungkus kotoran dosa

Raga dan sukma menyeru kegelapan

Mohon maaf atas ucapan yang sengaja atau tidak sengaja

 

Bukalah pintu maaf selebar lebarnya untuk saling memaafkan

Bukan berlian yang bisa Kuberikan

Bukan juga kata-kata indah yang bisa Kurangkai

Jika ada luka yang pernah membekas di hati

Ataupun perilaku yang kurang mengenakkan

Dari dalam hati yang paling dalam

Ku ucapkan maaf

Minal aidin wal faidzin

 

Malam telah berganti menjadi pagi

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba

Segala rasa syukur dan senang pun

Ku panjatkan kepada Allah

Tepat pada hari ini

 

 

Akupun Bisa mengucapkan Minal aidin wal Faidzin

Untukmu dan keluarga

Mari kita sambut kemenangan ini

Dengan jiwa baru dan hati yang suci

 

 

Satu atau dua kalimat

Dapat merusak hubungan

Tapi tidak dengan hubungan persahabatan dan persaudaraan kita

Akan selalu ada cara untuk saling memaafkan

Dan sekarang adalah saat yang paling tepat

تقبلله معنا و منكم. منال أيدين وال فايزين

 

 

Ada terang ada gelap

Ada suka pasti ada duka

Tak terasa waktunya sudah genap

Tuk sampaikan yang ada dalam hati

 

 

Dari  lubuk hati yang paling dalam

Ku ucapkan selamat lebaran untukmu

Mari saling memaafkan

Lupakan yang sudah berlalu

Jadikan hari kemenangan ini

Sebagai berkah untuk merasakan hidup yang baru

 

Hari raya Idul Fitri tahun 2021 akan sangat berbeda dengan tahun sebelumnya karena terjadi peningkatan penyakit Covid di luar negri terutama India sehingga Presiden Jokowi lebih waspada agar tidak terjadi pada Indonesia. Di Indonesia ada larangan mudik sejak tanggal 6 Mei 2021. Tujuannya adalah menghindari penyebaran Covid. Kita sebagai orang muslim, kalau tujuannya baik, sebaiknya dipatuhi. Setiap kota dijaga berlapis oleh Polisi agar masyarakat tidak mudik. Untuk apa mudik kalau pada akhirnya jadi bencana seperti di India. Di Madiun, ada tempat khusus rumah tua yang akan ditempati mereka yang maksa mudik. Setiap pemudik yang memmaksa masuk kota madiun, tidak akan disuruh balik tapi di Sel (bahasa halusnya diIsolasi) di rumah tua yang memang sudah dipersiapkan.

Jantung berdetak keras dan pikiran melayang ke masa lalu disaat masa bahagia bersama orang tua. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lilla Ilham. Seakan kalimat Takbir Menggema dalam ruang kehidupanku. Kampung halaman, kehidupan pedesaan dan sejuknya udara masa lalu, semua muncul dalam benak. Hidup memang tidak seperti yang kita inginkan. perjuangan hidup adalah makna yang sebenarnya dalam kehidupan. Takbir terus menggema. Tak terasa air mata berlinang karena memory masa lalu yang sudah kita lewati sangat manis dan pahit. Itulah kehidupan.