Sewa Mobil Dari Surabaya Ke Ponorogo
Venusrentcar
+6285235980484

Harga sewa mobil dari surabaya ke Ponorogo, Innova Reborn Rp 700 000. Sudah termasuk sopir. Belum termasuk Bbm, toll dan parkir. Harga sewa mobil Avanza, perhari Rp 500 000. sudah termasuk mobil dan sopir, belum termasuk bensin tol dan parkir. Untuk kendaraan lainnya, silahkan hubungi customer service langsung untuk mendapatkan informasi detail.




Sejarah Ponorogo. Kota Ponorogo memiliki sejarah panjang. Ponorogo terbentuk dari kerajaan kuno Wengker, pendirian Kadipaten, masa kekuasaan Mataram & Kolonial Belanda, hingga menjadi kabupaten resmi di Jawa Timur.
Sejarah Ponorogo
Kota Ponorogo memiliki sejarah panjang. Ponorogo terbentuk dari kerajaan kuno Wengker, pendirian Kadipaten, masa kekuasaan Mataram dan Kolonial Belanda, hingga menjadi kabupaten resmi di Jawa Timur.
Masa Kerajaan Wengker (Abad 11–15 M)
Wilayah Ponorogo awalnya adalah Kerajaan Wengker, didirikan sekitar abad ke-11 M oleh Prabu Bramenak.
Merupakan kerajaan kuat di Jawa Timur bagian barat, sempat menjadi bawahan Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya.
Pusat pemerintahannya berada di lokasi yang kini menjadi pusat Kota Ponorogo; peninggalan berupa candi, prasasti, dan situs purbakala masih ditemukan hingga kini.
Pendirian Kadipaten Ponorogo (1496 M)
Tokoh utama: Raden Katong / Bathoro Katong, dianggap keturunan Prabu Brawijaya V (raja terakhir Majapahit) dan mendapat mandat dari Kesultanan Demak untuk menyebarkan Islam.
Tahun 1482–1486: Mulai membangun pemukiman di Plampitan, Setono, serta menjalin persahabatan dengan tokoh lokal seperti Ki Ageng Kutu.
11 Agustus 1496: Resmi mendirikan Kadipaten Ponorogo, tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Ponorogo (berdasarkan candrasengkala batu gilang: 1418 Saka = 1496 M).
Asal nama: Dari Pramana Raga, berarti “kekuatan jiwa dan raga”.
Di sinilah cikal bakal budaya Reog Ponorogo dan tradisi Warok berkembang, dari gabungan nilai lama dan ajaran Islam.
Masa Mataram & Kolonial (Abad 17–19)
Abad ke-17: Kadipaten menjadi wilayah bawahan Kesultanan Mataram, mengalami pergantian kekuasaan dan intrik politik.
Pasca-Perang Diponegoro (1830): Pemerintah Kolonial Belanda menyatukan 5 wilayah kecil menjadi satu kesatuan administrasi Kabupaten Ponorogo untuk memudahkan penguasaan.
Di bawah Belanda, Ponorogo menjadi pusat perlawanan rakyat, dan Reog sering menjadi simbol semangat perjuangan
Masa Kemerdekaan Hingga Kini
Setelah Proklamasi 1945, Ponorogo secara resmi menjadi Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.
Terus berkembang dalam bidang pertanian, pendidikan, dan budaya; Reog Ponorogo kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan mendunia.




