Sewa Mobil Dari Surabaya Ke Pasar Oro-oro Dowo Malang

Venusrentcar

+6285235980484

Harga rental mobil dari Surabaya ke pasar Oro-oro Dowo Malang, sama dengan sewa mobil dari Surabaya ke Malang Rp 500 000 sehari. Jika lebih dari satu hari, perhari tetap karena paket mobil sopir, kecuali paket all in. harga sudah termasuk mobil Avanza dan supir. Harga belum termasuk bensin, tol dan parkir. Innova Reborn Rp 700 000 sehari. Pajero Rp 850 000 sehari. Perjalanan dari Surabaya, start dari Venusrentcar 1 jam 44. Silahkan klick link untuk menggunakan Google Map Sewa Mobil Surabaya Ke Pasar Oro-oro Dowo Malang. Harga sudah termasuk keliling di kota Malang dan Batu. Jika anda sudah ada di Malang, harga ini tidak berlaku karena sudah masuk Sewa mobil surabaya Malang. Untuk menuju pasar Oro-oro Malang, sebaiknya turun tol Karanglo. Dari tol karanglo langsung belok kiri ke arah Alon-alon Malang. Dari sini perjalanan lurus saja mengikuti jalan raya ke arah Alon-alon Malang, 1 km sebelum alon-alon belok kiri. Hindari perjalanan ke Malang pada hari saptu dan minggu apalagi hari libur besar karena jalur padat nomer satu di jawa timur pada hari terebut.

Lokasinya berada di Jalan Guntur no.20 Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen Malang Jawa Timur. Saat pertama kami masuk terlihat seperti pasar pada umumnya tapi setelah masuk lebih ke dalam terasa ada yang tidak umum. Betul.... pasar ini sangat bersih, tidak sseperti pasar pada umumnya padahal yang saya lewati stand ikan. Kalau namanya pasar tempat ikan pastilah kotor dan bau amis menyengat. Disini berbeda. Pasarnya bersih sekali. itulah kesan pertama yang kami rasakan. Baru masuk pasar Oro-oro Dowo, kiri kanan ada jualan pracangan dan tempat stand sayur, stand buah juga ikan. Daging babi juga ada di sini. Di pasar Oro-oro Dowo ada dua bangunan. Bangunan lama sisa belanda dan bangunan baru. Untuk bangunan bersejarah atau bangunan lama masih mempertahankan ciri khasnya seperti tembok lama dan banyak bangunan terbuat dari bahan kayu. Di pasar ini juga tersedia troli seperti super market. anda bisa menggunakan troli untuk mempermudah belanjaan. Selain belanjaan keperluan sehari-hari, banyak juga jajanan enak yang bisa anda nikmati seperti Pukis, tahu sidoarjo, ute-ute, onde-onde khas Malang dan lainnya. Pasar rakyat Oro-Oro Dowo Malang sudah ada sejak jaman belanda. Dibangun pada tahun 1932. Pada tahun 2015 direnovasi menjadi dua lantai dengan mempertahankan bangunan lama sisa belanda. Pasar Oro-oro Dowo merupakan pasar pertama yang ada di kota Malang.

Sejarah Pasar Oro-oro Dowo Malang

Pasar Oro-Oro Dowo di Malang memiliki sejarah panjang yang bermula sejak zaman kolonial Belanda. Pasar ini didirikan pada tahun 1932 untuk melayani kebutuhan warga di kawasan elit sekitarnya yang dikenal sebagai Bergen Buurt, sebuah wilayah pemukiman yang mulai tertata rapi sejak diberlakukannya Bouwplan V pada tahun 1930-an.

Kawasan pasar ini dulunya dirancang sebagai area pemukiman bernuansa vila Eropa, yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum. Keberadaan pasar di lokasi ini menjadi pusat kegiatan ekonomi penting bagi masyarakat Eropa, serta penduduk lokal dan etnis lain yang tinggal di sekitarnya.

Seiring berjalannya waktu, Pasar Oro-Oro Dowo mengalami transformasi yang signifikan. Pada awal September 2015, pasar ini menjadi pasar tradisional pertama di Kota Malang yang mendapatkan program revitalisasi besar-besaran. Langkah ini mengubah citra pasar yang awalnya identik dengan kondisi becek dan kotor menjadi pasar modern yang bersih dan tertata.

Setelah revitalisasi tersebut, fasilitas di pasar ditingkatkan dengan lantai keramik, penyediaan troli belanja, serta fasilitas pendukung seperti klinik medis, pos keamanan, ruang laktasi, dan jalur khusus disabilitas. Dengan luas sekitar 3.407 meter persegi, pasar ini kini menampung puluhan kios dan ratusan los yang menjual berbagai kebutuhan pokok, sayur-mayur, hingga aneka jajanan kuliner yang legendaris bagi warga Malang. Aspek menarik lainnya adalah arsitektur bangunannya. Meskipun telah direvitalisasi, bagian depan dan bangunan utama pasar yang menghadap ke Jalan Guntur tetap dipertahankan. Hal ini untuk menjaga nilai sejarah dan keaslian peninggalan kolonial Belanda. Selain itu, pasar ini juga dikenal sebagai salah satu pusat kuliner legendaris di Malang, dengan berbagai jajanan tradisional yang masih mudah ditemukan di dalam pasar. Pasar Oro-Oro Dowo Malang punya beberapa kuliner legend yang wajib dicoba, seperti Kue Lumpur Wolak Walik yang teksturnya lembut, lalu ada Sego Liwet Bakar Kemangi yang aromanya harum, serta Bakso Goreng Bagoplek yang renyah dan gurih. Untuk yang manis, Kue Lumpur Wolak Walik jadi favorit karena teksturnya yang sangat lembut dan lumer di mulut. Lalu ada Bakso Goreng Bagoplek yang renyah di luar dan kenyal di dalam dengan cita rasa gurih yang khas. Terakhir, Sego Liwet Bakar Kemangi menawarkan kelezatan nasi dengan aroma kemangi yang harum dan rempah yang kuat. Semuanya bisa Anda nikmati langsung di area pasar.

Pasar Oro-oro Dowo Malang menjadi destinasi wisata belanja dan kuliner yang wajib dikunjungi saat berada di Malang. Pasar ini memang memukau karena perpaduan unik antara sejarah kolonial yang kental, kenyamanan modern pasca revitalisasi, dan kekayaan kuliner legendaris yang tetap terjaga. Setelah revitalisasi, pasar Oro-Oro Dowo menerapkan sistem manajemen yang lebih profesional. Mereka mengelola kebersihan secara berkala dan memantau kualitas pangan yang dijual, memastikan kenyamanan pengunjung. Keberadaan pasar ini juga menjadi bukti bagaimana warisan sejarah dapat beradaptasi dengan kebutuhan modern tanpa kehilangan nilai aslinya. Pasar Oro-Oro Dowo juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang penting. Di pagi hari, pasar ini sangat ramai oleh warga yang mencari kebutuhan sehari-hari sambil berbincang dengan pedagang. Suasana ini mencerminkan kehangatan masyarakat Malang yang ramah dan terbuka. Untuk mendukung pengelolaan yang bersih, pasar ini dilengkapi dengan sistem pengolahan limbah mandiri. Hal ini menjaga kebersihan lingkungan sekitar pasar dan mencegah bau yang tidak sedap. Untuk mendukung kelancaran operasional modernnya, pasar ini telah mengintegrasikan sistem pembayaran digital di banyak kios dan memiliki zona bongkar muat yang teratur untuk memastikan kelancaran pasokan barang setiap hari. Secara ekonomi, Pasar Oro-Oro Dowo telah ditetapkan sebagai pasar rakyat dengan Standar Nasional Indonesia, yang menjamin mutu pelayanan dan keamanan pangan yang tinggi bagi masyarakat Malang. Pasar ini juga sering menjadi lokasi kegiatan budaya dan festival kuliner lokal, yang semakin memperkuat perannya sebagai ikon wisata kota. Revitalisasi pasar ini juga menjadi model percontohan bagi pengembangan pasar tradisional lain di Jawa Timur, yang membuktikan bahwa modernisasi bisa menyatu dengan pelestarian sejarah. Pasar ini juga dikelola dengan melibatkan partisipasi aktif dari para pedagang, sehingga tercipta rasa kepemilikan bersama untuk menjaga kelestarian pasar. Pasar ini tetap mempertahankan keaslian produk lokal yang dijual, menjadi tempat bertemunya berbagai lapisan masyarakat yang ingin berbelanja dengan harga bersahabat. Pasar Oro-Oro Dowo terus berinovasi untuk mempertahankan relevansinya dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar sejarahnya, menjadikannya warisan berharga bagi Kota Malang. Pasar Oro-Oro Dowo merupakan simbol keberhasilan perpaduan harmonis antara sejarah masa lalu dan modernitas, menjadikannya salah satu aset terpenting dan membanggakan bagi warga Kota Malang.