Ada beberapa jalur di Indonesia yang ekstrim dan selalu hati-hati jika melewati jalur ini.


Gunun Bromo Jalur Cangar
Jalur Cangar memang terkenal berbahaya, terutama karena turunan yang sangat curam dan panjang. Hal ini sering memicu risiko rem blong, terutama pada kendaraan matik yang terlalu mengandalkan rem. Untuk melewatinya dengan aman, pastikan kondisi kendaraan, terutama rem dan mesin, dalam kondisi prima. Gunakan teknik engine brake pada kendaraan manual atau sering beristirahat jika menggunakan matik agar rem tidak terlalu panas.
Alas Roban
Jalur Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, terkenal berbahaya karena kontur jalannya yang menantang, meliputi tanjakan terjal dan tikungan tajam. Selain itu, minimnya penerangan dan risiko kendaraan mengalami rem blong menjadikannya jalur yang rawan kecelakaan. Pengendara disarankan untuk memastikan kondisi kendaraan selalu prima, terutama sistem pengereman, sebelum melewati jalur tersebut. Selain itu, ada kebiasaan membunyikan klakson saat melintas untuk menghormati kawasan sekitar dan memperingatkan pengguna jalan lain
Tanjakan Emen
Nama Tanjakan Emen berasal dari seorang pengemudi oplet bernama Emen yang mengalami kecelakaan fatal di lokasi tersebut pada tahun 1960-an. Tentu, mari kita lihat informasinya dulu. Tanjakan Emen di jalur Subang Bandung dikenal ekstrem karena jalurnya yang curam, memiliki banyak tikungan tajam, serta titik buta. Bahaya utamanya sering kali berupa rem blong akibat panas berlebih dan kelalaian pengemudi seperti kecepatan tinggi atau kelelahan.
Kelok 44
Kelok 44 terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di perbukitan di atas Danau Maninjau. Seluruh jalur tersebut dikenal memiliki tikungan yang tajam dan curam di sepanjang 44 kelokannya, sehingga hampir seluruh rute memerlukan kewaspadaan tinggi saat berkendara. Kondisi jalan di sana cukup menantang dengan tanjakan yang curam serta tikungan yang tajam dan patah. Seringkali terjadi masalah pada kendaraan seperti rem blong, terutama bagi bus atau truk besar, sehingga pengemudi harus sangat berhati-hati dan pastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintas.
Senggigi Lombok
Jalur di sekitar Senggigi, terutama yang menuju ke arah utara atau Malaka, dikenal memiliki karakteristik yang cukup menantang. Jalur ini didominasi oleh banyak tikungan tajam, serta tanjakan dan turunan yang curam. Selain kondisi jalannya, pengendara juga perlu waspada terhadap risiko longsor di beberapa titik serta kadang adanya kendaraan besar yang melintas. Pemandangan yang indah sering kali menjadi distraksi, sehingga fokus dan kehati-hatian sangat diperlukan saat berkendara di jalur ini. Pastikan kondisi kendaraanmu prima, khususnya rem dan ban. Selalu jaga jarak aman dan gunakan gigi rendah saat melewati tanjakan atau turunan curam untuk membantu pengereman. Hindari menyalip di tikungan dan selalu nyalakan lampu sign lebih awal. Paling penting, jangan biarkan pemandangan mengalihkan fokusmu dari jalan.
Cadas Pangeran
Cadas Pangeran terletak di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sekitar enam kilometer di sebelah barat daya kota Sumedang dan dilalui jalan raya Bandung-Cirebon.
Bahaya utama di Cadas Pangeran adalah jalannya yang sempit, berkelok tajam, dan tebing curam di satu sisi. Kondisi ini sering menyebabkan kemacetan parah dan risiko kendaraan terperosok. Selain itu, jalur ini juga rawan terjadi longsor saat musim hujan dan minim penerangan di malam hari. Jalur legendaris ini pembangunannya dulu memakan banyak korban jiwa saat zaman kolonial Belanda karena medan yang ekstrem. Selain risiko fisik, pengemudi juga diminta waspada terhadap perilaku pengemudi lain yang sering mendahului sembarangan di jalur sempit ini. Mitos lokal soal gangguan gaib dan aura mistis yang sering dirasakan pengemudi juga cukup melekat di Cadas Pangeran. Ditambah lagi, posisinya yang menjadi jalur penghubung penting membuat volume kendaraan tinggi dan sering memicu kekacauan lalu lintas jika terjadi kendala pada kendaraan besar.





































