
Sewa mobil dari Malang ke Suurabaya, Avanza Rp 500 000 sudah termasuk Mobil Avanza dan Driver. Harga belum termasuk bensin Toll dan Parkir. Mobil Innova Reborn Rp 700 000 sudah termasuk mobil dan sopir, belum termasuk bahan bakar, tol dan parkir. Hiace Premio Rp 1 600 000. Hiace Commuter Rp 1 500 000. Hiace Luxury 1 750 000 Sudah termasuk Driver, bahan bakar, tol. Belum termasuk parkir.






Anda akan mengawali perjalanan dari Malang masuk ke Gerbang Tol Malang atau Singosari. Jalur tol ini akan membawa Anda melewati wilayah Pandaan, Gempol, hingga Sidoarjo sebelum tiba di Surabaya.
Estimasi waktu tempuh berkisar antara satu hingga dua jam, tergantung kondisi lalu lintas dan titik tujuan Anda di Surabaya. Pastikan saldo kartu elektronik Anda mencukupi dan kondisi kendaraan prima untuk perjalanan tersebut.
Untuk kendaraan Golongan I seperti Innova Reborn, total biaya tol dari Malang ke Surabaya berkisar antara 75.000 hingga 86.000 Rupiah. Angka ini bisa bervariasi sedikit tergantung gerbang tol keluar yang Anda tuju.
Anda bisa beristirahat di Rest Area KM 66 atau KM 72 pada ruas Pandaan-Malang. Pilihan lainnya ada di Rest Area KM 25 atau KM 21 arah Surabaya


Sejarah kota Malang
Wilayah Malang sudah menjadi kawasan pemukiman sejak masa prasejarah karena banyaknya sungai yang mengalir di sekitarnya. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan dengan berdirinya Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8, disusul oleh kejayaan Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Pada masa penjajahan Belanda, Malang didesain menjadi kota peristirahatan untuk orang-orang Eropa dan ditetapkan sebagai kotapraja pada satu April 1914. Memasuki masa pendudukan Jepang pada tahun 1942, berbagai bangunan dan fasilitas penting dialihfungsikan untuk mendukung kepentingan militer mereka. Setelah masa pendudukan Jepang, Kota Malang menjadi salah satu daerah aktif dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca tahun 1945. Terdapat peristiwa penting seperti "Malang Bumi Hangus" pada tahun 1947, di mana para pejuang membakar banyak bangunan untuk menghambat pergerakan militer Belanda yang ingin menduduki kembali kota ini. Perkembangan penting lainnya adalah transformasi Kota Malang menjadi kota modern dengan tata kota yang rapi pada masa kolonial. Belanda banyak membangun fasilitas umum dan perumahan yang memadukan gaya Eropa dengan arsitektur lokal, yang dikenal dengan sebutan Indische Stijl. Anda bisa melihat peninggalannya di kawasan Kayutangan.
Tokoh Penting kota Malang
Gajayana, raja Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8 yang meninggalkan Prasasti Dinoyo dan Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari pada abad ke-13 yang kisahnya melegenda.
Gajayana, Raja Kerajaan Kanjuruhan
Raja Gajayana adalah penguasa Kerajaan Kanjuruhan yang mencapai puncak kejayaan pada pertengahan abad ke-8. Di bawah kepemimpinannya, kerajaan ini berkembang pesat di bidang pemerintahan, sosial dan seni budaya. Salah satu peninggalan terkenalnya adalah pembangunan tempat suci dan arca Resi Agastya dari batu hitam untuk menghormati para pendeta. Ia digantikan oleh putrinya Uttejana. Gajayana meninggalkan Prasasti Dinoyo yang bertarikh 760 Masehi, yang menjadi bukti tertulis tertua tentang kerajaan tersebut. Prasasti ini menceritakan silsilah keluarga dan pembangunan tempat suci. Selain Prasasti Dinoyo, kekuasaan Gajayana juga dikenal karena perhatiannya yang besar terhadap keagamaan, terutama pemujaan kepada Dewa Siwa. Ia memerintahkan pembuatan arca Resi Agastya yang terbuat dari batu hitam yang sangat indah dan suci. Setelah pemerintahan Gajayana berakhir, takhta Kerajaan Kanjuruhan diteruskan oleh putrinya, Uttejana. Ia memerintah bersama suaminya, Dewasimha, untuk menjaga stabilitas dan kejayaan kerajaan. Uttejana kemudian memerintah bersama Pangeran Jananiya, yang merupakan suaminya. Mereka berdua melanjutkan kepemimpinan kerajaan dengan bijaksana, meski perlahan pengaruh kerajaan ini mulai tersaingi oleh Mataram Kuno. Setelah masa Uttejana dan Jananiya, catatan sejarah tentang Kerajaan Kanjuruhan menjadi sangat minim. Pengaruh kekuasaan mereka perlahan menyatu dengan perkembangan Mataram Kuno di Jawa. Wilayah Malang kemudian bangkit kembali menjadi pusat sejarah dengan berdirinya Kerajaan Singhasari pada abad ke-13, yang didirikan oleh Ken Arok. Wilayah Malang kemudian bangkit kembali menjadi pusat sejarah dengan berdirinya Kerajaan Singhasari pada abad ke-13, yang didirikan oleh Ken Arok. Setelah runtuhnya Kerajaan Kediri, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-13, yang menjadi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara.
Ken arok Ken Arok adalah tokoh legendaris yang mendirikan Kerajaan Singhasari pada abad ke-13, mengawali masa kejayaan kerajaan tersebut dengan kisah hidupnya yang penuh intrik. Ken Arok mengawali hidupnya dari kalangan rakyat jelata, kemudian menjadi abdi Tunggul Ametung, penguasa Tumapel. Karena ambisinya dan ramalan sakti, ia merebut kekuasaan dan mendirikan Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Namun, masa pemerintahannya berakhir singkat karena ia dibunuh oleh Anusapati, anak tirinya. Menurut naskah Pararaton, Ken Arok disebut sebagai titisan Dewa Brahma dan lahir dari seorang wanita bernama Ken Endok dalam keadaan yang sangat miskin. Peran Ken Dedes, istri Tunggul Ametung yang kemudian dikawini Ken Arok, sangatlah penting karena kecantikannya dan ramalan bahwa ia akan melahirkan raja-raja besar. Untuk memuluskan rencananya, Ken Arok memesan keris sakti kepada Mpu Gandring. Namun, karena keris belum selesai dibuat tepat waktu, Ken Arok membunuh Mpu Gandring, yang kemudian mengutuk keris tersebut akan membawa kematian bagi banyak keturunannya. Ken Arok menggunakan keris tersebut untuk membunuh Tunggul Ametung, lalu mengambil alih kekuasaan di Tumapel dan memperistri Ken Dedes. Setelah menguasai Tumapel, Ken Arok memperluas wilayahnya dengan mengalahkan Kertajaya, Raja Kediri, dalam Pertempuran Ganter, yang menandai berdirinya Kerajaan Singhasari. Kekuasaan Ken Arok tidak berlangsung lama. Pada tahun 1227, ia dibunuh oleh Anusapati, anak tirinya, dengan keris yang sama sebagai bagian dari kutukan Mpu Gandring. Setelah kematiannya, Ken Arok didewakan dan diberi gelar Bhatara Siwa, melambangkan penghormatan atas perannya dalam menyatukan wilayah Jawa. Keturunan Ken Arok dan Ken Dedes melanjutkan garis keturunan raja-raja besar di Jawa, yang kemudian memainkan peran penting dalam pembentukan Kerajaan Majapahit.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Malang menjadi markas besar Tentara Keamanan Rakyat dan menjadi pusat perlawanan penting di Jawa Timur melawan agresi militer Belanda. Saat ini Malang telah berkembang pesat menjadi kota pendidikan dan pariwisata yang penting di Jawa Timur, dengan banyaknya universitas ternama dan tempat wisata menarik. Pusat wisata memang terdapat di kota Batu tapi Malang sendiri memiliki banyak tempat wisata yang bisa anda kunjungi karena malang memiliki pegunungan, laut dan taman rekreasi.



































